
Profesor Dr. Boediono menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 2009.
Sebelumnya, beliau adalah Gubernur Bank Indonesia. Profesor Dr. Boediono juga pernah bertugas sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional. Beliau dikukuhkan menjadi Profesor bidang Ekonomi di Universitas Gadjah Mada di Jogjakarta.
Profesor Dr. Boediono mendapatkan gelar Bachelor of Economics (Hons) dari University of Western Australia pada tahun 1967 dan melanjutkan untuk mendapat gelar Master of Economics dari Monash University pada tahun 1972. Kemudian, Profesor Dr. Boediono mendapatkan gelar Doctor of Philosophy in Business and Economics dari Wharton School, University of Pennsylvania pada tahun 1979 dan mendapatkan Honorary Doctorate dari University of Western Australia pada bulan Maret 2011. Profesor Dr. Boediono terus memelihara ikatan Alumninya ke Australia sebagai pelindung organisasi Alumni Indonesia – Australia, IKAMA.
Profesor Dr. Boediono terkenal sebagai Menteri yang berorientasi reformasi, dan memainkan peran penting dalam memulihkan stabilitas makroekonomi pasca krisis di Indonesia. Ia memiliki keterkaitan yang panjang dan ekstensif dengan Australia, dan banyak dihormati di kalangan bisnis dan donor internasional atas berbagai pencapaiannya dalam bidang pemerintahan maupun akademia.
Profesor Dr. Boediono mendapatkan Penghargaan Alumni Australia atas Pembangunan Ekonomi dan Sosial yang Berkelanjutan pada tahun 2008.

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986 dan kemudian mendapatkan gelar Master of Economics dari Monash University di Melbourne pada tahun 1991.
Bapak Siregar ditunjuk menjadi Wakil Menteri Keuangan pada Oktober 2011. Sebelumnya, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan, Ketua dan CEO Indonesian Eximbank (LPEI) dan sebelumnya pernah pula menjabat sebagai Deputi Menteri Koordinator Bidang Kerjasama Ekonomi dan Keuangan Internasional di bawah Menteri Koordinator bidang Perekonomian pada waktu itu, Bapak Boediono. Selama karir profesionalnya, Bpk. Siregar selalu memiliki hubungan baik dengan Australia, salah satunya berperan penting dalam memajukan dialog mengenai Kesepakatan Kemitraan Ekonomi yang Komprehensif antara Indonesia dengan Australia.
Bpk. Siregar memulai karirnya di Departemen Luar Negeri, antara lain sebagai Sekretaris Tiga Bidang Ekonomi di Kedubes Indonesia di London.

Valerina Daniel lulus dari Monash University pada tahun 2010 dengan gelar Master in Communication and Media Studies. Ia mendapatkan gelarnya setelah berhasil meraih beasiswa Australian Leadership Awards (ALA) dari Monash University untuk tahun 2009-2010. Pada tahun 2011, Valerina menerima Penghargaan Alumni Australia atas Keunggulan dalam bidang Jurnalisme dan Media.
Valerina telah menerbitkan buku tentang kesadaran lingkungan dan telah mendukung secara aktif berbagai masalah perubahan lingkungan dan iklim. Berkat kepemimpinannya dalam kampanye lingkungan hidup, ia mendapatkan Penghargaan Hijau Indonesia 2011 yang disponsori oleh Departemen Kehutanan Indonesia dan penghargaan She Can! yang merupakan pengakuan atas prestasinya sebagai wanita panutan di Indonesia.
Kini Valerina merupakan seorang jurnalis televisi yang kenamaan di SCTV, salah satu stasiun televisi terkemuka di Indonesia. Ia juga pernah menjadi juara dua Miss Indonesia 2005, dan menjadi duta Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia. Sebagai Staf Komunikasi dalam Komite Nasional untuk Konferensi Perubahan Iklim PBB 2007, ia juga membuat brosur dengan judul COP 13 (13 cara untuk Menyelamatkan Dunia), yang lalu disebarkan ke seluruh Indonesia.
Pada tahun 2008, ia diundang oleh Bank Dunia untuk berbicara di Inisiatif Konservasi Harimau Global di Washington DC. Ia pun lalu ditunjuk oleh Menteri Lingkungan Hidup sebagai Ketua Komite Nasional Perayaan Hari Flora dan Fauna, 5 November 2008, di mana ia juga menciptakan sebuah kartu permainan untuk anak-anak dengan nama “Soulmate: Flora & Fauna Indonesia”.
Pada tahun 2009, ia menerbitkan buku berjudul ‘Easy Green Living’ serta seri ‘I love earth’ yang terdiri dari 10 buku cerita anak-anak. Saat ini, ia juga merupakan fellow dari Climate Project yang dipimpin oleh Al Gore.